Garut, Berasgarut.com – Semangat kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha kembali ditunjukkan melalui kegiatan Seminar Marketing bertajuk “Bongkar Rahasia Pasar: Riset Tepat, Omzet Melesat” yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Garut bekerja sama dengan Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Garut (IA MM UNIGA). Kegiatan yang berlangsung di Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Garut, Sabtu (29/8) ini mendapat sambutan hangat dan antusias dari para peserta yang berasal dari berbagai kalangan pelaku UMKM, mahasiswa, akademisi, dan komunitas bisnis di Kabupaten Garut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kaprodi Magister Manajemen Universitas Garut, Dr. Eti Kusmiati, S.E., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya seminar yang mempertemukan akademisi dengan para pelaku usaha secara langsung. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas bisnis merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas UMKM agar mampu berkembang dan berdaya saing di tengah perubahan pasar yang semakin dinamis.
“Kolaborasi antara akademisi dan pelaku UMKM seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik nyata yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku usaha,” ujarnya.
Selain seminar, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi keluarga besar TDA Garut melalui pelaksanaan serah terima jabatan kepengurusan TDA Garut. Kepemimpinan TDA Garut 8.0 yang sebelumnya diemban oleh Taofik Hidayat, S.Si., M.Si. secara resmi diserahkan kepada Alex Junianto, M.Si. sebagai Ketua TDA Garut 9.0. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai dimulainya babak baru kepengurusan TDA Garut dalam mendampingi dan memberdayakan para pengusaha lokal.
Riset Pasar Tidak Harus Mahal
Sesi utama seminar menghadirkan Ir. Satya Aditya Wibowo, MBA, seorang dosen, praktisi, dan konsultan marketing yang telah berpengalaman selama belasan tahun mendampingi berbagai organisasi dan pelaku usaha. Dalam paparannya, Satya menekankan bahwa riset pasar bukanlah monopoli perusahaan besar yang identik dengan anggaran miliaran rupiah, survei berskala besar, atau laporan yang tebal dan rumit.
Menurutnya, pelaku UMKM dapat melakukan riset pasar secara sederhana namun tetap memberikan dampak yang besar bagi perkembangan usaha. Riset dapat dimulai dengan mendengarkan pelanggan, mengamati tren pasar, memahami kebutuhan konsumen, hingga menguji ide bisnis dalam skala kecil sebelum melakukan investasi yang lebih besar.
“Banyak pelaku usaha yang terlalu cepat memproduksi barang tanpa benar-benar memahami apa yang dibutuhkan pasar. Padahal riset sederhana dapat menghemat banyak energi, waktu, dan biaya,” jelasnya.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta karena disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Digital Marketing dan AI sebagai Peluang Baru
Seminar semakin menarik dengan hadirnya pemateri kedua, Luki Ramdani, S.M., M.M., seorang pengusaha sekaligus dosen Digital Marketing Universitas Garut. Luki membagikan pengalaman nyata dalam mengembangkan bisnis melalui pemanfaatan internet dan teknologi digital.
Dengan gaya penyampaian yang santai dan inspiratif, ia menceritakan bagaimana dirinya memulai perjalanan digital marketing dari kondisi yang minim pengetahuan teknologi. Berbekal telepon genggam dan rasa ingin tahu yang tinggi, ia mempelajari berbagai strategi pemasaran digital hingga akhirnya mampu mengembangkan usahanya secara signifikan.
Saat ini, Luki dikenal sebagai pelaku usaha yang memanfaatkan digital marketing secara intensif, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung produksi konten dalam jumlah besar setiap hari. Strategi tersebut tidak hanya membantunya mengembangkan bisnis utama, tetapi juga membuka berbagai peluang usaha baru di dunia digital.
Menariknya, ketika peserta menanyakan perbandingan keuntungan antara bisnis afiliasi dan menjual produk sendiri melalui internet marketing, Luki dengan senyum khasnya menjawab bahwa keuntungan terbesar tetap diperoleh ketika seseorang mampu membangun dan menjual produknya sendiri dengan dukungan strategi pemasaran digital yang tepat.
Kisah perjalanan Luki menjadi bukti bahwa keterbatasan pengetahuan teknologi bukanlah hambatan untuk berkembang, selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Berbagi Ilmu Tanpa Batas
Salah satu ciri khas kegiatan TDA adalah semangat berbagi yang selalu hadir dalam setiap pertemuan. Pada kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan sesi tambahan mengenai fotografi produk menggunakan telepon genggam yang dibawakan oleh Dian Mayori, seorang pengajar dan fotografer profesional.
Dalam sesi tersebut, Dian membagikan berbagai teknik sederhana untuk menghasilkan foto produk yang menarik dan profesional tanpa harus menggunakan peralatan mahal. Berbagai tips mengenai pencahayaan, komposisi, sudut pengambilan gambar, hingga pemanfaatan fitur kamera telepon pintar dibagikan secara gratis kepada para peserta.
Sesi ini menjadi pelengkap yang sangat bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kualitas pemasaran produknya melalui media digital.
Membangun Ekosistem UMKM Garut
Seminar “Bongkar Rahasia Pasar: Riset Tepat, Omzet Melesat” tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman antar pelaku usaha. Kehadiran akademisi, praktisi bisnis, komunitas pengusaha, dan alumni Universitas Garut dalam satu forum menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, TDA Garut bersama Ikatan Alumni Magister Manajemen UNIGA berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan riset pasar, teknologi digital, dan jejaring kolaborasi untuk meningkatkan daya saing usahanya.
Semangat berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang tercipta sepanjang acara menjadi bukti bahwa kemajuan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan pasar.
Acara seminar ini juga didukung oleh para sponsor seperti Ciomy, Beras GN5, Saung Besi,Jacozy, Hade dan Burayot Juara yang merupakan pengusaha anggota TDA Garut.
“Riset yang tepat akan membantu pelaku usaha menemukan pasar yang tepat, dan pada akhirnya membawa omzet yang melesat.”